Direktur Cityzen memandang krisis biaya hidup sebagai peluang Net Zero
- Chloe C
- September 19, 2022
Direktur Cityzen Melihat Biaya Hidup Sebagai Peluang Nol Bersih
Krisis biaya hidup menjadi berita utama di banyak negara di Eropa. There is no doubt that we are experiencing a cost-of-living crisis as inflation is hitting heights never seen before. Unfortunately, we are also battling a climate change issue that we cannot afford to put on the back burner any longer.
We need to find ways of overcoming the cost-of-living crisis while also still achieving our Net Zero goals.
The cost-of-living crisis is taking over several people’s lives with many struggling to deal with the rising prices. As energy bills are set to top £3,500 a year for the average household, many people are afraid that they will not be able to heat their houses this winter or that they will have to choose between filling the car up with petrol or putting food on the table for their families.

Governments once gave businesses funding for retrofit schemes and other projects to reach Net Zero 2030 and 2050 goals, however now, the government’s attention is on giving people subsidies on their energy bills.
Agenda Net Zero agak terabaikan.

John Smith, Direktur Cityzen Limited mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Constructive Voices:
“Apakah konsep Net Zero dimasukkan ke dalam agenda masyarakat, baik rumah tangga maupun pemilik bisnis.”

Laporan terbaru menunjukkan bahwa beberapa politisi menentang agenda Net Zero karena mereka menganggapnya terlalu mahal di era kenaikan harga dan tagihan energi.
Semakin jelas bahwa Net Zero tidak lagi menjadi prioritas bagi sebagian orang.
John Smith percaya bahwa kita harus melihat krisis biaya hidup sebagai sebuah peluang dan bukan sekedar masalah.
John Smith, Direktur Cityzen Limited mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Constructive Voices:
“Jadi sekaranglah waktunya untuk mendorong lebih dari sebelumnya, saya pikir itulah jawabannya.”
“Pada saat yang sama, kita harus berpikir dengan baik jika biaya yang dikeluarkan sangat mahal, mengapa kita tidak mempertimbangkan untuk mengurangi kebutuhan sebenarnya, karena jika perusahaan energi menurunkan semua harga mereka besok, semua orang akan kembali menyalakan listrik dan itu tidak baik untuk lingkungan Hidup dan planet ini.”
Krisis biaya hidup menyebabkan orang menggunakan lebih sedikit listrik yang berarti menghemat energi dan lebih sedikit orang yang berkendara yang berarti mengurangi emisi karbonSulit untuk mengabaikan fakta bahwa semua konsekuensi krisis ini berdampak positif bagi lingkungan.
Namun, kita perlu menemukan keseimbangan untuk memastikan bahwa tujuan Net Zero kita tercapai dan masyarakat juga tetap aman, bahagia, dan hangat.

John Smith percaya bahwa pemerintah perlu berbuat lebih banyak untuk mengatasi krisis biaya hidup dan darurat perubahan iklim.
John Smith, Direktur Cityzen Limited mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Constructive Voices:
“An easy one is to reduce the VAT on energy efficiency products or even get rid of VAT on energy efficiency products.”
By the government reducing the VAT on energy efficiency products they are making green konstruksi lebih murah, yang akan mendorong lebih banyak pekerja konstruksi untuk membangun dengan cara yang ramah lingkungan. Dengan demikian, kita dapat mengatasi kombinasi krisis biaya hidup dan darurat perubahan iklim.
Investasi atas nama pemerintah ini diperlukan juga karena inefisiensi energi di beberapa rumah di Inggris. Laporan terbaru menunjukkan bahwa Inggris memiliki persediaan perumahan yang paling tidak hemat energi di Eropa.

Krisis energi tahun ini akan dirasakan oleh lebih banyak orang ketika musim dingin tiba karena banyak rumah di Inggris tidak memiliki isolasi penuh atau kontrol kedap udara. Ini berarti bahwa penghuninya akan membutuhkan lebih banyak pemanas yang akan mengakibatkan tagihan energi mereka meningkat secara drastis.
Salah satu cara untuk mengatasi krisis biaya hidup dengan mempertimbangkan Net Zero adalah dengan meningkatkan pasokan rumah hemat energi. Pemerintah perlu mengambil tindakan dan mengambil tanggung jawab dengan berinvestasi pada efisiensi energi untuk membuat kehidupan masyarakat lebih baik dan lebih hangat.
Investasi ini akan membuat masyarakat dapat menyalakan pemanas lebih lama dan dengan biaya lebih rendah. Alternatifnya, rumah berinsulasi akan memerlukan pemanasan yang lebih sedikit dan waktu yang lebih singkat.
Kedua hal ini akan menghasilkan tagihan energi yang lebih murah untuk mengatasi krisis biaya hidup dan mengurangi penggunaan energi untuk mengatasi keadaan darurat perubahan iklim.








